TEKNOLOGI BATERAI PONSEL TERBARU - Lifetime dan Chargetime sepuluh kali lebih baik dari baterai biasa.


Ketika gadget mengalami perkembangan super-cepat, teknologi baterai sebagai pen-suplai tenaga tidak. Baterai ponsel yang ada saat ini masih mengecewakan pengguna, dimana belum mampu memberikan asupan tenaga yang mumpuni untuk sebuah ponsel, apalagi tipe smartphone.





Sudah beberapa kali Penulis membahas seputar perkembangan teknologi terbaru baterai ponsel yang sedang digarap oleh para ilmuwan. Dan kali ini datang satu lagi pengembangan teknologi baterai ponsel baru dari Northwestern University.


Tim riset dari Northwestern University telah menemukan inovasi untuk membuat baterai ponsel Li-Ion(Lithium-Ion) terbaru dengan kemampuan charge sepuluh kali lebih cepat dan waktu pemakaian sepuluh kali lebih lama.

Di dalam baterai ponsel, proses kerja li-Ion adalah berjalan melewati elektrolit antara anoda dan katoda. Selama proses charge, kecepatan perjalanan ion dari elektrolit ke anodea mempengaruhi seberapa cepat baterai dapat diisi ulang.

Pada baterai ponsel yang ada saat ini adalah ion-ion harus melewati lapisan yang berada di antara graphene sheets (alotrop karbon yang berbentuk lembaran datar tipis di mana setiap atom karbon memiliki ikatan dan dikemas rapat dalam bentuk kisi kristal seperti sarang lebah). Tetapi untuk melakukan hal tersebut, ion harus terlebih dahulu melakukan perjalanan ujung. Hal ini akhirnya menciptakan kemacetan lalu lintas mini ionic dan memperlambat proses pengisian.

Jadi untuk memperbaikinya, para ilmuwan menggunakan proses kimia oksidasi untuk membuat lubang kecil pada lembaran graphene, yang pada dasarnya memberikan lithium ion jalan pintas ke anoda.

Untuk meningkatkan kapasitas baterai ponsel Li-Ion, tim menggantikan elemen atom karbon dengan atom silikon diantara lembaran graphene. Dalam baterai yang ada saat ini, hanya dapat menampung satu atom lithium untuk setiap enam atom karbon. Tetapi dengan atom silikon, empat atom lithium dapat ditampung, yang secara drastis meningkatkan kapasitas baterai. Dan dengan menempatkan atom silikon diantara lembaran graphene yang fleksibel, mereka juga menemukan cara untuk menangani kecenderungan silikon untuk mengembang.

Dari semua penjelasan teknis teknologi baterai ponsel diatas, secara garis besar yang dilakukan tim peneliti Northwestern University adalah meningkatkan anoda(elektroda, bisa berupa logam maupun penghantar listrik lain, pada sel elektrokimia yang terpolarisasi jika arus listrik mengalir ke dalamnya). Dan mereka pun sedang melakukan penelitian untuk meningkatkan katoda (kutub elektroda dalam sel elektrokimia yang terpolarisasi jika kutub ini bermuatan positif sehingga arus listrik akan mengalir keluar darinya, atau gerakan elektron akan masuk ke kutub ini. Pada baterai, yang menjadi kutub katoda biasanya adalah logam yang juga merupakan pembungkus dari kotak baterai tersebut).

#Alpha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Wordpress Gadgets